Bobot Shuttlecock Standar untuk Pertandingan Bulu Tangkis Profesional

Shuttlecock atau yang familier disebut dengan kok adalah salah satu perangkat dalam badminton. Berat shuttlecock yang digunakan dalam bulu tangkis punya pengaruh sangat besar.  

Tidak heran jika beratnya pun diatur secara khusus dan semua produsen shuttlecock harus mengikuti aturan tersebut.  

Seperti apa peraturan beratnya dan apa saja pengaruhnya terhadap permainan?  

Apa yang Dimaksud Berat Shuttlecock

Berat shuttlecock adalah berat keseluruhan dari shuttlecock yang merupakan bola dalam permainan bulu tangkis.  

Diambil dari kata cock yang artinya ayam jantan, hal tersebut dikarenakan shuttlecock memiliki bagian yang dibuat dari bulu ayam.  

Selama perkembangannya, shuttlecock pun diubah menggunakan bahan dari bulu angsa yang dianggap kualitasnya lebih baik karena bisa menciptakan alur pukulan yang presisi.  

Bagian dari kok lainnya adalah gabus berbahan serat kayu dari pojok ek. Hanya saja Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) bahan kayu dapat digantikan dengan material sintetis.  

Usai melalui banyak percobaan, BWF pun memutuskan untuk memperbolehkan penggunaan shuttlecock sintetis yang dikembangkan dengan teknologi Yonex. 

Shuttlecock sintetis pun pertama kali digunakan dalam turnamen internasional pada tahun 2021 yang disetujui oleh BWF.  

Usai melalui banyak pengujian, shuttlecock sintetis mampu mengurangi penggunaan sampai 25%. Hal ini membuat penggunaannya bisa aman bagi lingkungan serta ekonomi.  

BWF sendiri juga berharap agar penggunaan shuttlecock sintetis dapat dilanjutkan.  

Standar Internasional Berat Shuttlecock Menurut BWF

Pada pertandingan resmi, berat shuttlecock mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh BWF.  

Baik itu shuttlecock sintetis atau yang telah menggunakan bulu alami memiliki ketentuan berat, bahan, ukuran yang sama yaitu: 

1. Bahan

Khusus untuk standar shuttlecock yang menggunakan bulu alami, maka perlu menggunakan bahan bulu angsa putih.  

Harus ada 16 helai bulu yang dipasang dan dipilih yang kualitasnya paling baik. Bulu akan dipasang dengan sangat kuat sehingga tahan terhadap pukulan raket.  

Pada bulu alami, di bagian ujungnya menggunakan material busa karet yang dibentuk seperti setengah bola. Jenis materialnya sendiri adalah medium compound yang tidak lunak dan keras.  

Jumlah bulu berupa 16 helai dipilih karena bisa menjaga sifat aerodinamisnya dan ketika dipukul dapat meluncur dengan lebih baik tidak berbelok.  

2. Ukuran

Semua shuttlecock harus memiliki diameter yaitu 58-68 mm yang diukur dari bentuk setengah bolanya.  

Sedangkan panjang bulu adalah 62-70 mm yang dipasang kuat serta utuh. Jumlah bulu haruslah 16 helai sesuai dengan ketentuan standar internasional.  

Pada bagian pangkal shuttlecock memiliki diameter sekitar 25-28 yakni pada bagian tengah bola setengah lingkaran.  

3. Berat

Pada bagian beratnya, shuttlecock menurut standar BWF adalah 4,47 sampai 5,50 gram. Berat ini digunakan untuk semua jenis permainan.  

Baik itu permainan untuk putri, putra tunggal dan juga ganda atau campuran. Tidak ada perbedaan layaknya ukuran lapangan untuk masing-masing jenis pertandingan.  

Hal ini akan menciptakan fairness sehingga tidak ada komplain mengenai kelayakan permainan.  

Adakah Perbandingan dengan Standar Nasional di Indonesia

Tidak ada perbedaan antara ukuran, berat dari shuttlecock standar internasional dan nasional Indonesia.  

Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) juga menetapkan aturan yang sama dengan BWF yakni ukuran diameter dasar adalah 25-28 mm dengan panjang tiap helai bulu adalah 62-70 mm.  

Sedangkan berat dari kok secara keseluruhan adalah 4,75 hingga 5,5 gram. Semua pertandingan di tingkat nasional apa pun akan menggunakan kok yang mengacu pada aturan tersebut.  

Apabila bulu kok mengalami kerusakan setelah digunakan maka shuttlecock harus segera diganti agar tidak mengganggu jalannya permainan.  

Apa Saja Pengaruh Terhadap Permainan

Ketentuan ukuran dan berat shuttlecock yang ditetapkan oleh BWF dan PBSI bukan tanpa sebab.  

Ketika shuttlecock terlalu berat atau ringan, bahkan memiliki diameter yang terlalu besar, bisa mengganggu jalannya permainan.  

Pengaruh berat shuttlecock terhadap kecepatan dan stabilitas dalam bulu tangkis sangatlah besar yang bisa dijabarkan sebagai berikut: 

1. Kestabilan Permainan

Stabilitas permainan sangat penting dengan kehadiran shuttlecock yang beratnya sesuai standar.  

Apabila shuttlecock memiliki berat terlalu ringan, maka akan mudah bergerak sedikit saja ketika terkena angin.  

Meskipun pertandingan dilakukan dalam ruangan, namun udara yang ringan bisa saja membawa perubahan arah dari shuttlecock 

Hal yang sama juga bisa terjadi ketika shuttlecock terlalu berat yang bisa mengganggu stabilitas permainan.  

Shuttlecock yang berat akan sangat sulit dikontrol. Pemain akan kesulitan melakukan smash yang fokus atau melakukan pertandingan relay untuk bertahan.  

2. Kecepatan Permainan

Satu set dalam permainan bulu tangkis paling rendah adalah 10 menit sedangkan waktu tertinggi adalah 20 menit.  

Durasi ini akan bertambah lama jika berat shuttlecock lebih tinggi. Hal ini memengaruhi gerak dari shuttlecock akan melambat meskipun pemain sudah memukulnya dengan kuat.  

Kecepatan permainan yang terlalu lama ini bisa membuat permainan tidak terasa menyenangkan baik bagi pemain dan juga penonton.  

Sangat sulit bagi pemain untuk bisa mengontrol permainan karena durasi yang lama tentu akan sangat melelahkan.  

Bagi pemain yang suka dengan permainan lambat, shuttlecock yang berat tentu juga menjadi gangguan pertama.  

3. Mempengaruhi Fisik Pemain

Sebanyak apapun pemain berlatih lengan agar kuat untuk memukul shuttlecock, apabila berat shuttlecock lebih tinggi maka akan membuat fisik cepat lelah.  

Bahkan ketika sudah terlatih pun fisik pemain akan mudah terganggu. Sulit untuk bisa mencetak angka karena pengaruh shuttlecock yang berat ini.  

Begitu juga dengan shuttlecock yang ringan, akan sangat mengganggu fisik pemain karena sulit mengontrol tembakan.  

Sudah susah payah berlatih namun jika shuttlecock terlalu ringan hasilnya akan tetap sulit mencetak angka.  

4. Meningkatkan Fairness 

Berat shuttlecock yaitu 4,75 hingga 5,5 gram diterapkan secara nasional dan juga internasional.  

Pertandingan yang dilakukan di mana saja akan menggunakan acuan berat dan ukuran 4,75 hingga 5,5 gram.  

Hal ini juga mengacu pada tingkat keadilan dalam permainan. Jika shuttlecock di setiap negara berbeda-beda, maka skor yang didapatkan tentu saja kurang adil.  

Pemain yang sudah susah payah berlatih pun akan kesulitan mencetak angka dan harus menyesuaikan berat shuttlecock di masing-masing negara.  

FAQ

Tidak ada, semua mengacu pada standar berat 4,75 hingga 5,5 gram.  

Karena bisa mempengaruhi kecepatan permainan, fisik pemain dan kestabilan permainan.  

Beratnya diukur dari berat keseluruhan antara bila setengah lingkaran dan 16 helai bulu yang dipasang.  

Lama penggunaannya tergantung dengan tingkat ketahanan bulu. Saat bulu rusak maka shuttlecock harus segera diganti.  

Berat shuttlecock yang digunakan dalam bulu tangkis memegang peranan yang sangat penting sehingga setiap produsen harus mengikuti standar yang ditetapkan.  

 

Content Writer at Maen Media | + posts
Editor at Maen Media | + posts

Hiari merupakan seorang content editor di InboundID dalam hampir dua tahun terakhir.

Di luar itu, ia juga berpengalaman sebagai penulis lepas. Ia telah mengulas ratusan artikel untuk berbagai merek ternama dalam berbagai topik, seperti olahraga, kesehatan, properti, elektronik, gaya hidup, dan lainnya.

Ia memiliki ketertarikan terhadap pop culture dan punya hobi bermain mid-end game.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bulutangkis